Tips Membuat Kontrak Bisnis Agar Terhindar Dari Tuntutan

Advertisement
Tips Membuat Kontrak Bisnis Agar Terhindar Dari Tuntutan – Jangan melakukan apapun selama kontrak belum ditandatangani, begitulah prinsip dasar kerjasama dalam dunia bisnis. Memang benar prinsipnya adalah seperti itu karena tidak ada kewajiban sebelum hak terpenuhi, begitu juga sebaliknya. Kontrak bisnis berisi hal-hal penting dan sangat mendetail, kadang kontrak bisnis justru akan mempersulit keadaan jika kontrak tidak dipelajari dengan seksama. Seperti yang kamu duga, adanya kontrak bisnis bukan berarti membuat semuanya lancar, masih ada banyak hal yang mempengaruhinya. Paling parah adalah kena tipu atau “diakali” oleh partner bisnis.

Jangan salah, banyak lho pengusaha yang dulu sepakat menandatangani kontrak tapi dikemudian hari baru merasa bahwa kontrak tersebut merugikan, menghalangi perkembangan bisnis, dan hal negative lainnya. Jadi, bahayakah membuat kontrak bisnis? Bukan bahaya, hanya ada resiko dan konsekuensinya saja, dan hal ini perlu kamu perhatikan baik-baik karena resiko dan konsekuensinya enggak main-main.

Begitu kamu sepakat dan menandatangani kontrak bisnis, kamu tidak bisa membatalkannya begitu saja, ada banyak langkah yang perlu kamu ambil, dan biasanya akan memerlukan biaya yang besar termasuk biaya hukum, bisa juga biaya kompensasi untuk rekan bisnis yang wajib kamu berikan. Prosedur pembatalan kontrak bisnis ini juga sering dicantumkan dalam kontrak, pastikan kamu memahami bagian ini.

Pembatalan kontrak ini pun harusnya disetujui oleh kedua belah pihak, kalau kamu membatalkan tanpa persetujuan dari pihak lain, bisa-bisa kamu akan dituntun oleh mereka. Seandainya mereka masih diuntungkan dengan adanya kontrak, apa mungkin mereka mau membatalkannya? Saya kira sulit terrealisasi.

Sebelumnya, baca juga: Pentingnya asuransi untuk bisnis.

Tips Membuat Kontrak Bisnis Agar Terhindar Dari Tuntutan

Jadi, sebelum kamu memutuskan sepakat dan menandatangani kontrak bisnis, kamu memang perlu mempelajarinya dengan serius agar dikemudian hari tidak merasa dirugikan dan kesulitan. Nah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, berikut ini ulasannya:

Cari Informasi Tentang Calon Rekan Bisnis
Ada orang baik, ada orang tidak baik, ada pula pebisnis yang baik dan pebisnis yang tidak baik. Penilaian “baik” itu tidak sekedar dari sifat dan karakternya saja, walaupun sifat dan karakter juga sangat penting tapi kamu perlu juga melihat potensi dan dampak jika kamu menekan kontrak dengan si calon rekan bisnis.

Kamu perlu mempelajari dan mencari informasi tentang si calon rekan bisnis ini, bisa sifat dan karakternya, prospek bisnis yang dikembangkannya, kinerja perusahaanhya, serta pengakuan dari pihak yang pernah berurusan dengannya.

Mesin pencari seperti Google akan sangat membantu kamu dalam menggali informasi, coba search nama perusahaan yang akan menjadi rekan bisnis kamu. Cobalah untuk mempelajari popularitas dan reputasinya. Sebuah perusahaan professional akan mudah ditemukan di internet, semakin besar dan popular semakin banyak pula referensi yang bisa kamu dapatkan dari internet mengenai perusahaan tersebut.

Kalau kamu search di Google saja tidak bisa menemukan perusahaan yang kamu maksud, bukankah itu sangat aneh? Jangan-jangan itu hanya perusahaan fiktif saja, nah di sini kamu perlu konfirmasi langsung.
Advertisement


Pahami Isi Kontrak Dengan Baik
Sudah sewajarnya kamu sebagai pihak yang terlibat dalam kontrak untuk memahami apa saja yang tercantum dalam kontrak tersebut, ini meliputi makna, penggunaan bahasa, dampak, dan sebagainya. Kalau kamu tidak bisa memahaminya, tidak ada salahnya mencari solusi dari para ahli terkait.

Yang sangat perlu diperhatikan ketika berusaha mencerna isi dari kontrak adalah penggunaan bahasa yang mungkin dapat disalahartikan, multitafsir, dan penggunaan bahasa yang ambigu. Ketika hal ini terjadi, kamu memang sudah seharusnya untuk merubahnya demi kesepahaman saat ini dan di kemudian hari.

Dalam dunia bisnis yang kamu jalani, mungkin juga ada istilah-istilah teknik yang tidak bisa dipahami oleh orang awam. Hal ini terlihat sederhana, tapi jika kamu kurang paham maka dampaknya bisa mengaburkan makna yang kamu pahami pula, sehingga bisa terjadi miskomunikasi dengan rekan bisnis. Jadi pastikan semuanya clear, penggunaan bahasa yang jelas, tidak membingungkan, serta semua pihak memiliki pemahaman yang sama.

Cantumkan Hal-Hal Sedetail Mungkin Ke Dalam Kontrak
Seperti yang sudah saya singgung di atas, segala hal yang bisa memicu konflik, sengketa, dan perselisihan, sebaiknya dicantumkan di dalam kontrak bisnis, termasuk juga bagaimana kontrak bisa diakhiri, bagaimana batasan-batasan kerahasiaan, pembayaran, jatuh tempo, tanggungjawab dan tugas dalam kerjasama, serta berbagai hal yang sekiranya penting untuk dicantumkan.

Perlu juga kamu mencantumkan tentang bagaimana kontrak bisa direvisi jika di kemudian hari ada hal-hal yang perlu ditambahkan ke dalam kontrak, ini bisa kamu lakukan untuk mengantisipasi jika di masa yang akan datang terdapat perubahan iklim bisnis, perkembangan industry, teknologi, dan sebagainya.

Cari Kesepakatan, Bukan Kemenangan
Ada seorang negosiator ahli (namanya siapa saya lupa :D), dia mengatakan “hanya negosiator bodoh yang mengharapkan kemenangan dalam bernegosiasi”. Yang dimaksud dengan kemenangan adalah kamu memaksakan ide, gagasan, tawaran, dan hal-hal lainnya yang berasal dari kamu untuk dapat diterima oleh pihak lain tanpa memperdulikan apakah saling menguntungkan atau tidak.

Dalam membuat kontrak bisnis juga akan ada proses negosiasi, dalam proses tersebut sebaiknya kamu jangan mencari kemenangan namun kesepakatan. Jika kamu hanya mencari kemenangan dan memaksakan kehendak tanpa memperhitungkan pihak lain, apa mungkin kontrak bisnis bisa dibuat? Saya kira tidak.

Lain cerita jika kamu memang mencari kesepakatan, semua pihak akan merasa diuntungkan, kerjasama pun akan terjalin dengan baik tanpa paksaan. Dengan begitu, kerjasama juga berpotensi untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Selanjutnya: Syarat dan tahapan mendaftarkan merk dagang.
----
Oke ya, di atas adalah beberapa tips membuat kontrak bisnis yang dapat saya berikan. Semoga tips di atas bermanfaat dan membantu memecahkan persoalan yang sedang kamu hadapi. Thanks.
Advertisement
Previous
Next Post »

Sebelum Anda memberikan komentar dan tanggapan atas artikel di atas, baca dan pahami aturan tanggapan kami pada laman TOS. Setiap komentar yang tidak sesuai dengan aturan tanggapan tidak akan di publikasikan.
EmoticonEmoticon