5 Kesalahan Persepsi Bisnis Yang Perlu Dibenahi

Advertisement
5 Kesalahan Persepsi Bisnis Yang Perlu Dibenahi – Persepsi bisnis yang salah dapat menjerumuskan seorang pengusaha ke dalam kegagalan, atau setidaknya  akan mengurangi kualitas kinerja dan hasil yang mampu didapatkan. Sebuah persepsi bisnis bisa kamu artikan sebagai prinsip dalam menjalankan bisnis, dan hal ini akan berkaitan dengan banyak hal seperti profesionalitas, moral, cara pandang, dan sebagainya. Kalau ditanya penting atau tidak, sangat jelas penting sekali. Sebuah persepsi seolah-olah menjadi jalan bagi pengusaha dalam menjalankan bisnisnya. Kita lihat, seorang pengusaha yang sukses, pasti memiliki persepsi-persepsi yang hebat yang membantunya meraih kesuksesan.

Tapi bagaimana dengan para pebisnis pemula? Yakinkah persepsi yang kamu percayai selama ini benar dan patut diyakini? Belum tentu, karena di dunia bisnis banyak persepsi-persepsi ngaco yang entah siapa pencetusnya, dan ini perlu kamu waspadai karena secara tidak sadar kamu bisa menyakini persepsi yang tidak tepat tersebut.

Memang, persepsi setiap orang bisa berbeda-beda, tapi secara umum setidaknya ada 5 persepsi bisnis yang salah, kalau salah satu persepsi bisnis yang salah di bawah ini merupakan salah satu persepsi yang kamu yakini, maka pikirkan ulang persepsi anda tersebut.

Nah persepsi apa sajakah yang salah tersebut? Berikut ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Cara jitu promosi produk secara online.

5 Kesalahan Persepsi Bisnis Yang Perlu Dibenahi

Berbisnis Tak Perlu Pintar dan Kompeten
Semua orang memiliki potensi untuk menjadi orang yang pintar dan berkompeten, semua bisa didapatkan dengan belajar, usaha, dan bekerja keras. Kamu pasti sering mendengar bahwa menjadi sukses itu tak perlu pendidikan tinggi, itu betul sekali tapi jangan disalahartikan bahwa berbisnis tak perlu pintar dan kompeten, itu adalah hal yang sangat berbeda.

Saya katakan di sini, tak mungkin sekali orang dapat mencapai kesuksesan tanpa ilmu (menjadi pintar) dan tanpa kompetensi. Kalau kamu sekarang ingin berbisnis tapi tidak menguasai bidangnya maka jadilah pintar dan kompeten dengan mempelajarinya. Belajar bisa melalui banyak cara, salah satunya adalah belajar dari pengalaman.

Ada ungkapan “kegagalan adalah awal dari kesuksesan”, tapi ungkapan tersebut bisa jadi percuma jika kamu tidak belajar dari kegagalan yang kamu alami. Pada dasarnya, kesuksesan juga merupakan awal dari kesuksesan, yaitu kesuksesan yang lebih besar. Artinya baik pengalaman kegagalan maupun kesuksesan dapat kamu pelajari untuk menjadi lebih dan lebih sukses lagi.

Pengusaha Itu Bebas Waktu
Anggapan bahwa pengusaha itu bebas waktu muncul karena secara structural pengusaha tidak memiliki atasan, sehingga bebas mengatur dan menggunakan waktu yang dimilikinya. Bagi pengusaha dan pebisnis yang telah sukses, mungkin “bebas waktu” ini bisa diterapkan, tapi bagaimana dengan pebisnis pemula yang belum lama merintis bisnis dan perlu mematangkan bisnisnya?
Advertisement


Bebas waktu inilah yang sering menjerumuskan para pebisnis pemula, seringkali sudah terlena dengan kesuksesan “kecil” yang diraihnya, padahal untuk mematangkan bisnis agar tetap dapat berjalan lancar membutuhkan tenaga dan waktu yang ekstra.

Sebenarnya, bagaimana memanfaatkan waktu itu tergantung kamu sendiri, mau santai-santai dan menerapkan bebas waktu juga boleh, tapi saya ingatkan bahwa disiplin waktu itu sangat penting untuk memaksimalkan kinerja. Aturlah waktu sebaik mungkin, bikin jadwal kerja yang baik, pilihlah waktu terbaik yang paling optimal untuk bekerja.

“Ini Adalah Bisnis Saya, Saya Mengelola Sesuai Selera Saya”
Menurut saya ungkapan “ini adalah bisnis saya, saya mengelolanya sesuai selera saya” adalah ungkapan yang tidak terkendali, kenapa? Betul bahwa itu adalah bisnis kamu, dan kamu adalah bosnya sehingga bebas mengelolanya. Tapi yang perlu diingat, hasil dari usaha kamu itu untuk siapa? Jelas untuk pelanggan dan konsumen, sehingga untuk hal-hal yang berkaitan kepada konsumen lebih baik disesuaikan dengan selera konsumen.

Sekarang coba pikirkan ini, ketika kamu mencari tenaga kerja untuk melayani konsumen, selera siapa yang akan diutamakan, jelas selera konsumen. Ketika mencari variasi produk, selera siapa yang diutamakan? Ketika mencari lokasi usaha, selera siapa yang diutamakan? Ketika mengatur jam operasional, selera siapa yang diutamakan? Tentu saja kebanyakan disesuaikan dengan selera konsumen dan pelanggan, karena itulah yang terpenting.

Pengusaha Pasti Lebih Kaya
Hal ini sangat terasa ketika kamu mulai merintis usaha dan sedang mengembangkannya, di mana kamu pasti membutuhkan modal yang tidak sedikit. Kalau bagi pengusaha yang sudah mapan, sangat mungkin untuk lebih kaya daripada karyawan dan pegawai, tapi untuk pemula yakin lebih kaya? Enggak, dan kamu tak perlu malu ketika kamu tidak lebih kaya dari karyawan.

Ketika kamu yakin dengan bisnis yang dijalani dan perlu modal yang banyak, jangan ragu untuk mengalokasikan modal untuk mengembangannya, pada dasarnya itu adalah investasi yang kamu lakukan. Ketika bisnis kamu sudah matang, kamu akan panen.

Ingat, banyak pengusaha yang saat ini mendapatkan kekayaan yang melimpah, dulu pernah bertahun-tahun tidak mendapatkan laba. Contohnya adalah perusahaan Alibaba yang saat ini menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia, dulu di awal perintisannya bertahun-tahun mengalami kerugian, bahwa pernah dalam satu tahun hanya mendapatkan laba sebesar us$ 1.

Pengusaha Itu Lebih Tinggi dan Mulia Daripada Karyawan/pegawai
Saya bingung, apa yang menjadikan pengusaha itu lebih tinggi dan mulia dari karyawan dan pegawai? Padahal pengusaha dan pegawai itu juga sama-sama sebuah profesi, saling membutuhkan, serta sama-sama bermanfaat. Apakah kemuliaan itu ditentukan berdasarkan kekayaannya, kedudukannya? Enggak kan. Jadi, jauhilah persepsi seperti ini yang hanya akan menurunkan kualitas moral kamu.

Daripada kamu memikirkan siapa yang lebih tinggi dan mulia, lebih baik kamu memikirkan strategi-strategi bisnis yang akan dijalankan, jangan pikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti itu yang hanya akan menurunkan kualitas kinerja kamu.

Selanjutnya: Kebiasaan kecil yang akan membuat kamu sukses.
----
Oke, itulah ulasan tentang 5 kesalahan persepsi bisnis yang perlu kamu benahi untuk menjadikan kamu seorang pebisnis yang lebih baik. Semoga ulasan di atas bermanfaat, salam sukses.
Advertisement
.
Previous
Next Post »

Sebelum Anda memberikan komentar dan tanggapan atas artikel di atas, baca dan pahami aturan tanggapan kami pada laman TOS. Setiap komentar yang tidak sesuai dengan aturan tanggapan tidak akan di publikasikan.
EmoticonEmoticon