Pengertian Pendapatan Dalam Akuntansi dan Bisnis

Advertisement
Pengertian Pendapatan Dalam Akuntansi dan Bisnis – Mungkin secara kesimpulam sederhana anda paham dengan pengertian pendapatan, mungkin juga anda berpikiran bahwa yang dimaksud dengan pendapatan adalah segala bentuk keuntungan (menambah kekayaan) yang diperoleh. Tapi sebenarnya, apa yang dimaksud dengan pendapatan bukanlah semua penambahan kekayaan yang anda peroleh.

Dalam dunia akuntansi dan bisnis, terdapat pemisahan antara pendapatan dan keuntungan, begitu pula dengan beban dan kerugian, semuanya dipisahkan karena secara logika dan aliran proses cukup berbeda. Inilah kenapa cukup penting bagi anda untuk memahami pengertian pendapatan, karena dengan memahaminya anda dapat memisahkan dan menggolongkan mana yang termasuk pendapatan dan mana yang bukan. Bayangkan jika anda belum memahami tentang pendapatan, bagaimana anda akan menyusun laporan keuangan?

Benar, pendapatan ini sangat penting dalam penyusunan laporan keuangan, dan tentu saja pengaruhnya sangat besar. Dalam laporan keuangan, khususnya laporan laba rugi, anda harus benar-benar menyajikan informasi pendapatan atau keuntungan secara tepat, hal ini wajib anda lakukan agar informasi yang anda berikan dapat diandalkan bagi pihak yang berkepentingan. Mungkin saat menyusun laporan laba rugi anda tidak sadar telah membuat kesalahan, tapi kesalahan anda tersebut nantinya akan ditemukan oleh auditor ketika proses audit dilakukan.

Baca juga: Pengertian dan contoh laporan laba rugi.

Nah, bagi anda calon akuntan yang belum paham apa itu yang dimaksud dengan pendapatan, mungkin ulasan tentang pengertian pendapatan berikut ini dapat membantu, berikut ulasannya.

Pengertian Pendapatan
Pada dasarnya yang dimaksud dengan pendapatan adalah peningkatan atas aktiva sebuah entitas/perusahaan selama periode tertentu. Tidak ada batasan aktiva apa yang meningkat, namun tidak semua kenaikan aktiva dapat dikatakan sebagai pendapatan. Dapat dikatakan sebagai pendapatan jika kenaikan aktiva tersebut hasil dari penyediaan dan atau penyerahan produk barang/jasa kepada pelanggan, dan perlu ingat bahwa penyediaan dan penyerahan produk barang/jasa tersebut harus merupakan kegiatan operasi utama perusahaan yang bersangkutan.

Jadi, dari definisi diatas, terdapat beberapa kata kunci yang dapat dijadikan sebuah patokan bahwa suatu hal dapat dikatakan sebagai pendapatan, diantaranya:
  • Aliran kas masuk atau kenaikan aktiva/aset
  • Penyediaan dan penyerahan produk barang/jasa
  • Merupakan aktivitas operasi utama perusahaan
Lalu, apa sih bedanya antara pendapatan dengan keuntungan? Oke, ambillah contoh perusahaan laundry, perusahaan laundry tersebut boleh mengakui jasa pencucian pakaian dan lainnya yang telah dilakukan sebagai pendapatan, karena memang jasa cuci tersebut merupakan kegiatan operasi utama. Tapi lain ceritanya jika perusahaan tersebut menjual mesin cucinya, maka hasil dari penjualan tersebut hanya boleh diakui sebagai keuntungan saja, dan tidak boleh diakui sebagai pendapatan karena kegiatan penjualan mesin tersebut hanya dianggap sebagai kegiatan sampingan.
Advertisement


Pembentukan Pendapatan
Membahas tentang pembentukan pendapatan, ini sangat erat kaitannya dengan masalah waktu dan cara suatu pendapatan itu terbentuk. Pada dasarnya, pendapatan mulai terbentuk ketika perusahaan mulai melakukan proses produksi. Pembentukan pendapatan ini mencerminkan sebuah upaya dan hasil. Ketika suatu perusahaan mulai memproduksi barang/jasa, maka perusahaan tersebut telah membentuk pendapatan karena dalam proses tersebut telah keluar biaya. Dan sebagai hasilnya, terciptalah pendapatan. Jadi bisa disimpulkan bahwa tanpa upaya/biaya, maka hasil/pendapatan tidak dapat terbentuk. Pembentukan pendapatan ini seperti halnya hubungan sebab akibat, jadi tidak bisa dipisahkan antara upaya dan hasil.

Untuk para pebisnis dan pengusaha, tentu saja selalu mengharapkan bahwa hasil yang didapat lebih besar dari upaya yang dikeluarkan, karena jika upaya atau biaya lebih besar dari hasil atau pendapatan, maka disini terjadi rugi.

Pengertian Pendapatan Dalam Akuntansi dan Bisnis
Pengakuan Pendapatan
Sebuah perusahaan dikatakan telah mengakui pendapatan jika perusahaan tersebut telah melakukan pencatatan atas jumlah dari suatu pendapatan. Namun begitu, tidak semena-mena suatu pendapatan dapat langsung diakui, pendapat boleh diakui jika memenuhi prinsip keterukuran dan keterandalan. Keterukuran adalah masalah penilaian jumlah rupiah pendapatan tersebut, sedangkan keterandalan adalah masalah apakah pendapatan tersebut benar-benar terjadi dan ada. Jika pendapatan tidak memenuhi kriteria-kriteria diatas, maka pendapatan tidak boleh diakui.

Pada dasarnya, pendapatan itu merupakan nilai total penjualan yang dilakukan perusahaan selama suatu perode. Tapi sekali lagi, nilai penjualan tersebut hanya memuat hal-hal yang termasuk kriteria pendapatan saja. Dan juga, nilai total pendapatan tersebut juga harus dikurangi dengan return penjualan, diskon penjualan, dan lainnya serta yang perlu diingat adalah pajak penjualan bukanlah pendapatan perusahaan, jadi pajak tersebut tidak diakui sebagai nilai penjualan apalagi pendapatan.
---
Oke, mungkin hanya itu saja ulasan tentang pengertian pendapatan dalam akuntansi dan bisnis yang dapat saya berikan kepada anda. Semoga ulasan tentang pengertian pendapatan diatas dapat membantu dan menambah pemahaman, pengetahuan, serta wawasan anda semuanya.
Advertisement
.
Previous
Next Post »

Sebelum Anda memberikan komentar dan tanggapan atas artikel di atas, baca dan pahami aturan tanggapan kami pada laman TOS. Setiap komentar yang tidak sesuai dengan aturan tanggapan tidak akan di publikasikan.
EmoticonEmoticon