Cara Investasi Reksadana! Langkah Membeli Reksa Dana

Advertisement
Cara Investasi Reksadana! Langkah Membeli Reksa Dana – Reksadana merupakan bentuk investasi yang mudah yang saat ini sudah sangat di gemari oleh banyak kalangan, selain karena kemudahannya tersebut, reksadana juga di nilai dapat memberikan tingkat return yang cukup tinggi. Belum lagi, investasi reksadana juga sangat cocok untuk para investor yang menginginkan investasi jangka panjang, karena dalam reksa dana relative memberikan hasil yang lebih besar dan resiko yang lebih kecil jika investor menggunakannya sebagai investasi jangka panjang. Jadi tidak heran jika saat ini banyak kalangan yang mulai tertarik dengan investasi reksadana.

Namun begitu, walaupun banyak yang tertarik dengan investasi reksadana, ada satu hal yang patut di sayangkan, yaitu masih terjadinya ketidakpahaman masyarakat terhadap investasi reksadana, baik itu cara kerjanya, cara membelinya, cara mendapat keuntungannya, atau terhadap hal-hal lainnya, sehingga walau banyak yang minat namun jumlah investasi yang di lakukan belum sebanding dengan potensi yang ada.

Berhubungan dengan minimnya pemahaman tersebut, artikel ini di buat guna untuk mencoba memberikan pemahaman yang lebih seputar cara investasi reksadana dan langkah membeli reksadana kepada masyarakat yang berminat akan menginvestasikan dananya ke dalam reksadana, berikut ini ulasannya.

Sebelumnya, pelajari terlebih dahulu resiko dan keuntungan investasi reksadana.

Cara Investasi Reksadana! Langkah Membeli Reksa Dana
Tempat Membeli Reksadana
Untuk membeli reksadana, setidaknya anda dapat membelinya di tiga tempat, yaitu di Manajer Investasi, Bank Agen Penjual, Asuransi Unit-Link. Anda dapat membelinya di salah satu tempat tersebut, hanya saja di masing-masing tempat memiliki keunggulan dan kekurangan yang harus anda perhatikan.

1. Manajer Investasi
Manajer investasi adalah lembaga yang mengelola dan menerbitkan produk reksadana, bisa di bilang bahwa manajer investasi adalah tempat utama dan menjadi acuan dalam membeli reksadana (walau tidak di haruskan). Keuntungan membeli reksadana di manajer investasi adalah jumlah investasi dan biaya yang harus di keluarkan cukup terjangkau, minimal hanya berkisar Rp. 100.000 – 250.000, sangat murah bukan? Hanya saja kelemahan membeli di manajer investasi adalah terbatasnya pilihan produk reksadana, karena yang di jual hanyalah produk yang manajer investasi tersebut terbitkan dan yang di kelolanya.

Perlu di ketahui juga bahwa manajer investasi itu tidak hanya satu, namun banyak sekali jumlah dari perusahaan manajemen investasi yang ada di Indonesia, bahkan lebih dari 70 perusahaan, jadi anda harus benar-benar teliti dan cermat dalam memilih perusahaan investasi.

2. Bank Agen Penjual
Tempat yang lebih mudah lagi untuk membeli reksadana adalah di bank-bank yang memiliki ijin untuk menjual reksadana. Di bank agen penjual, anda memiliki banyak pilihan produk reksadana dari berbagai manajer investasi yang terkumpul di agen penjual untuk anda pilih. Keuntungan lainnya adalah proses yang tidak ribet seperti membeli langsung dari manajer investasi, anda hanya perlu datang di bank dan ngomong bahwa anda akan membeli reksadana, kemudian anda membuka rekening di bank tersebut dan oleh bank selanjutnya akan di urus semuanya sesuai dengan permintaan anda.

Sedangkan kekurangan membeli reksadana melalui bank agen penjual adalah persyaratan minimal investasi yang sedikit lebih tinggi, mulai dari Rp. 500.000 hingga ada pula yang mencapai Rp. 20.000.000. Belum lagi nantinya anda juga harus menyiapkan dana awal untuk membuka tabungan di bank tersebut.

3. Asuransi Unit – Link
Anda juga bisa membeli reksadana melalui perusahaan asuransi yang menyediakan reksadana, sistemnya anda membeli asuransi sekaligus anda melakukan investasi di reksadana. Keuntungan yang anda dapat adalah anda mendapatkan perlindungan dan investasi sekaligus menjadi satu. Sedangkan kekurangannya adalah tingginya biaya yang perlu anda keluarkan, karena nantinya dana investasi yang anda miliki akan di potong oleh pihak asuransi.

Langkah Cara Investasi Reksadana
1. Tujuan dan Kesiapan
Sebelum anda memutuskan untuk membeli reksadana, alangkah baiknya anda tentukan terlebih dahulu tujuan anda melakukan investasi. Tujuan ada berbagai macam jenis, entah itu tujuan spekulasi, rencana masa depan, sekedar coba-coba, atau tujuan lainnya. Ini perlu di lakukan untuk menyelaraskan produk reksadana yang akan anda pilih, jangan sampai anda membeli reksadana yang tidak cocok dengan tujuan anda.

Sebelum membeli reksadana anda juga harus paham dan siap bahwa dalam investasi dapat terjadi keuntungan ataupun kerugian, anda siap untung maka bijaknya anda juga harus siap rugi karena dalam investasi selalu saja ada resiko yang melekat.
Advertisement


2. Memilih Tempat Untuk Membeli Reksadana
Seperti yang sudah di jelaskan di atas bahwa untuk membeli reksadana, anda dapat membelinya di tiga tempat yaitu di Manajer investasi, Bank agen penjual, dan di Asuransi unit – link. Pilih tempat di mana anda akan membelinya, pastikan bahwa tempat tersebut tidak membuat anda kerepotan, serta pertimbangkan keuntungan dan kerugian di masing-masing tempat, sesuaikan pula dengan kemampuan anda. Pastikan pula bahwa anda datang untuk membeli reksadana pada hari bursa, karena reksadana hanya di jual pada hari bursa tersebut.

Untuk membeli reksadana, nantinya anda juga akan di mintai beberapa dokumen seperti KTP, NPWP dan dokumen-dokumen lain yang disyaratkan termasuk formulir yang harus anda isi, jadi pastikan bahwa anda sudah siap dengan dokumen yang di butuhkan.

3. Memilih Reksadana
Reksadana seperti apa yang akan anda beli tergantung dengan tujuan dan kemampuan anda, pastikan bahwa reksadana cocok dengan tujuan, serta pastikan bahwa reksadana tidak melampaui kemampuan anda. Namun sebelum anda memilih reksadana, mungkin anda perlu untuk mengetahui beberapa istilah yang biasa di gunakan dalam reksadana, seperti :
  • Unit Penyertaan (UP), adalah satuan kepemilikan investasi di reksadana
  • Total Jumlah Unit Penyertaan (Outstanding UP), adalah jumlah unit penyertaan yang beredar
  • NAB (Nilai Aktiva Bersih), adalah total nilai kekayaan reksadana
  • NAB Per Unit (Harga Reksadana), adalah nilai dari pembagian antara NAB dengan Outstanding UP
  • Subscription, adalah pembelian atau pemesanan untuk unit penyertaan
  • Redemption, adalah penjualan atau pencairan kembali unit penyertaan
  • Selling Fee, adalah besaran komisi yang harus anda bayar ketika membeli/memesan reksadana (sering juga di sebut Subscription Fee)
  • Redemption Fee, adalah besaran komisi yang harus anda bayar ketika anda menjual/melepas reksadana
  • Cut Off Time, adalah batasan waktu dalam transaksi reksadana
Baca juga: Tips memilih Reksadana yang tepat

4. Tahap Akhir Pembelian Reksadana
Setelah anda memilih dan menentukan reksadana mana yang akan anda beli, selanjutnya anda hanya perlu membelinya. Untuk harga reksadana, tergantung waktu pembelian yang anda lakukan, jika anda membeli reksadana sebelum cut off time, maka anda mengikuti harga reksadana (NAB Per Unit) pada hari itu, sedangkan jika anda membeli setelah cut off time, maka anda mengikuti harga pada hari selanjutnya. Cut off time biasanya di antara jam 12 siang.

Setelah anda melakukan pembelian/pemesanan reksadana, nantinya anda akan menerima surat konfirmasi pembelian/pemesanan reksadana. Surat ini akan anda terima maksimal 7 hari bursa setelah dokumen dan pembayaran anda di terima oleh pihak yang berwenang (Bank Kustodian). Jika anda tidak menerima surat ini, anda sebaiknya segera konfirmasi langsung ke pihak di mana anda membeli reksadana.

Menghitung Keuntungan Dari Membeli dan Menjual Reksadana
Untuk mengetahui keuntungan yang dapat anda peroleh dari membeli dan menjual reksadana sangatlah mudah, siapa saja dapat melakukannya, coba perhatikan contoh perhitungannya di bawah ini:

Di asumsikan bahwa anda memiliki dana 1 juta rupiah dan akan di gunakan untuk membeli reksadana, anda akan membeli reksadana XX dengan harga NAB (Harga reksadana) sebesar Rp. 1.200.- dengan selling fee sebesar 1%, maka unit penyertaan reksadana yang akan anda dapatkan adalah sejumlah 825 unit dengan perhitungan sebagai berikut:
UP = [Jumlah investasi X (1 – Subscription fee)] : Harga NAB
UP = [Rp. 1.000.000 X (1 – 0,01)] : Rp. 1.200
UP = (Rp. 1.000.000 X 0,99) : Rp. 1.200
UP = Rp. 990.000 : Rp. 1.200
UP = 825

Kemudian di asumsikan suatu ketika harga reksadana naik menjadi Rp. 1.700 dan anda pun ingin menjual reksadana yang anda miliki dengan redemption sebesar 1.5%, maka keuntungan yang anda dapatkan adalah sebesar Rp. 633.249 dengan perhitungan sebagai berikut:
Redemption = Unit Penyertaan X Harga Reksadana : (1 – Redemption Fee)
Redemption = 825 X Rp. 1.950 : (1 – 0,015)
Redemption = 825 X Rp. 1.950 : (0,985)
Redemption = Rp. 1.608.750 : 0,985
Redemption = Rp. 1.633.249

Keuntungan = Modal – Redemption
Keuntungan = Rp. 1.000.000 – Rp. 1.633.249
Keuntungan = Rp. 633.249

Dari perhitungan di atas, maka dapat di ketahui bahwa tingkat return investasi anda adalah sebesar 63%, tentu ini merupakan return yang cukup tinggi. Namun, jangan lupakan juga bahwa bisa saja investasi reksadana mengalami kerugian, jadi jangan tergoda dengan return yang tinggi, pastikan anda menganalisis reksadana yang akan di beli dengan cermat dan teliti.

Selanjutnya: Daftar reksadana terbaik di Indonesia.
---
Ok, di atas adalah ulasan mengenai cara investasi reksadana, semoga cara investasi reksadana yang saya jelaskan di atas dapat menjadi gambaran ketika anda akan membeli reksadana. Salam sukses.
Advertisement
Previous
Next Post »

Sebelum Anda memberikan komentar dan tanggapan atas artikel di atas, baca dan pahami aturan tanggapan kami pada laman TOS. Setiap komentar yang tidak sesuai dengan aturan tanggapan tidak akan di publikasikan.
EmoticonEmoticon