Kenali Resiko dan Keuntungan Investasi Reksadana

Advertisement
Resiko dan Keuntungan Investasi Reksadana – Salah satu bentuk dalam melakukan investasi adalah dengan melakukan investasi reksadana. Reksadana sendiri merupakan suatu wadah untuk menghimpun dana dari para pemodal, kemudian dana yang terhimpun di investasikan oleh manajer investasi.

Jika di lihat dari resiko dan keuntungannya investasi reksadana, reksadana dinilai cukup menggiurkan, karena itulah saat ini banyak masyarakat pemodal yang ikut serta dalam investasi reksadana, mungkin juga termasuk anda. Namun sebelum anda memutuskan untuk melakukan investasi ini, ada baiknya kenali terlebih dahulu apa yang menjadi resiko dan keuntungan investasi reksadana.

Sebagai pertimbangan, mungkin pembahasan artikel berikut ini dapat membantu.

Keuntungan Investasi Reksadana

1. Di kelola Oleh Manager Investasi Yang Profesional
Ketika akan melakukan investasi apapun bentuknya, tidak semua orang dapat melakukan analisis terhadap investasi yang akan dilakukan, begitu juga dengan mengelola investasinya. Hal ini tentu menjadi kendala tersendiri untuk pihak yang kurang memiliki keahlian dan kemampuan. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk reksadana, karena dalam investasi reksadana yang mengelola dana anda adalah para manajer professional, sehingga ketika manajer investasi telah melakukan investasi terhadap modal yang anda setor ke dalam portofolio tertentu, anda hanya perlu duduk manis menunggu keuntungan yang mungkin anda dapat.

Memang tidak ada yang menjamin bahwa apa yang dilakukan oleh manajer investasi akan mendatangkan keuntungan, walau begitu setidaknya kita dapat sedikit tenang dan optimis karena para manajer investasi tentulah memiliki keahlian dan kemampuan yang lebih dari cukup, sehingga kiranya kita dapat mempercayakan modal kita untuk mereka kelola.

Resiko dan Keuntungan Investasi Reksadana
2. Diversifikasi Investasi
Diversifikasi investasi atau penyebaran investasi selalu dilakukan dalam investasi reksadana, manajer investasi akan menginvestasikan dana yang terhimpun dari masyarakat pemodal (termasuk milik anda) ke dalam berbagai efek yang berbeda, dengan begitu resikonya pun akan menyebar dan mengecil, sehingga jika satu efek mengalami kerugian masih terdapat efek lain yang diharapkan dapat memberikan keuntungan.

Berbeda jika anda menginvestasikan modal ke dalam satu efek saja, maka resiko yang anda tanggung akan sangat besar, atau anda akan menginvestasikan modal ke dalam banyak efek, maka anda memerlukan modal yang tidak sedikit. Karena itulah reksadana menjadi salah satu investasi yang cukup baik untuk anda, hanya dengan modal yang tidak banyak, anda bisa menginvestasikan ke dalam berbagai efek (modal anda akan terhimpun dengan modal orang lain, sehingga dana yang terhimpun akan menjadi banyak, kemudian akan di investasikan oleh manajer investasi ke berbagai efek yang berbeda)

3. Murah dan Terjangkau
Seperti yang telah di singgung di atas, jika anda melakukan investasi reksadana maka hanya dengan modal kecil pun anda telah dapat melakukan investasi ke dalam berbagai jenis efek. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan. Bahkan untuk memulai investasi reksadana, modal minimal yang anda butuhkan untuk membuka rekening reksadana hanyalah Rp. 100.000, murah sekali bukan?

Reksadana sangat cocok untuk pemodal kecil, jadi jika anda ingin melakukan investasi namun modal yang di miliki pas-pasan, mungkin reksadana bisa anda coba.

4. Informasi Yang Transparan
Informasi sangat penting dalam dunia investasi, karena dari informasi yang di dapat tersebut sebuah keputusan dapat diambil. Jadi transparansi informasi yang ada dalam investasi reksadana sangat menguntungkan buat anda. Manajer investasi terikat hukum untuk memberikan kita informasi seputar dana penyertaan kita dalam reksadana, mulai dari informasi perkembangan portofolio dan nilai aktiva bersih portofolio, sehingga anda dapat memantau seberapa besar keuntungan yang di dapat, resiko yang mungkin dapat menghambat, serta informasi lainnya.
Advertisement


5. Pajak Yang Ringan
Keuntungan investasi reksadana selanjutnya adalah berkaitan dengan pajak, menjadi sebuah keuntungan tersendiri jika pajak yang membebani tidak terlalu besar. Dalam reksadana, hal tersebut dapat terwujud, karena hasil keuntungan yang anda peroleh sudah di kenai pajak final, sehingga akan mengurangi beban pajak anda. Bukan hanya itu, hasil dari penjualan reksadana yang anda miliki juga di kenai pajak final, sehingga jika anda menjual penyertaan reksadana anda maka sudah tidak di kenai pajak lagi. Enak bukan?

Resiko Investasi Reksadana
1. Resiko Pasar
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa dalam reksadana, nantinya dana yang terhimpun akan di investasikan oleh manajer investasi ke dalam portofolio seperti saham dan atau obligasi. Saham dan obligasi sangat sensitive terhadap kondisi pasar, sehingga potensi kerugian selalu melekat. Walaupun reksadana adalah diversifikasi investasi, namun pengaruh pasar akan tetap mempengaruhi nilai dari investasi tersebut.

Kondisi pasar sangat di pengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Perubahan kondisi seperti perubahan kebijakan pemerintah, trend iklim investasi, kecenderungan perilaku masyarakat, akan menjadi tantangan tersendiri bagi investor reksadana. Jika kondisi tersebut berdampak negative, maka otomatis akan menurunkan nilai aktiva bersih investasi. Hal tersebutlah yang menjadi resiko investasi reksadana yang perlu anda perhatikan.

2. Resiko Terjadinya Rush
Rush atau penarikan dana besar-besaran secara bersamaan oleh pemodal dapat juga terjadi, karena seperti yang kita ketahui bahwa dalam investasi reksadana, pihak yang terlibat bukan hanya diri kita sendiri dan manajer investasi saja, namun juga melibatkan pemodal lainnya. Jika terjadi rush, manajer investasi akan menjual portofolio kita untuk mengembalikan dana yang akan di tarik tersebut, penjualan tersebut berpotensi mengalami kerugian sehingga dana pengembalian yang anda peroleh lebih kecil dari dana yang anda setorkan, dalam artian anda mengalami kerugian.

Pertanyaannya, kenapa pemodal ingin menarik dananya? Hal ini dilakukan karena banyak faktor, seperti kondisi pasar yang buruk, kondisi ekonomi yang parah. Ketika pasar dan ekonomi kondisinya sangat buruk dan menyebabkan penurunan nilai investasi, untuk menghindari kerugian yang lebih besar para pemodal lebih memilih untuk menarik dananya. Itulah yang menyebabkan rush mungkin saja terjadi.

3. Resiko Inflasi
Inflasi yang terjadi secara terus menerus bisa saja menyebabkan kerugian atas investasi reksadana anda. Jika kenaikan investasi sangat kecil sedangkan inflasi yang terjadi sangat tinggi, maka kenaikan investasi tidak dapat melampaui tingginya inflasi.

4. Resiko Manajer Investasi
Benar adanya jika manajer investasi adalah pihak yang ahli dalam hal investasi, namun demikian tidak ada salahnya juga jika anda memilih manajer investasi yang anda percaya. Untuk menghindari resiko kerugian, ada baiknya jika anda memilih manajer investasi yang dapat anda percaya, yang memiliki pengalaman, pengetahuan, wawasan, teknik, dan hal lainnya yang menurut anda adalah yang terbaik. Hal ini cukup penting juga, karena bukan tidak mungkin jika salah memilih manajer investasi akan menyebabkan anda mengalami kerugian.

Selanjutnya, pelajari bagaimana cara investasi dalam reksadana
---
Investasi memang suatu pilihan buat anda, pekalah dalam memilihnya, ada baiknya jika anda kenali terlebih dahulu apa yang menjadi resiko dan keuntungan dari investasi yang akan anda pilih.

Sekian materi ini di sajikan, semoga uraian resiko dan keuntungan investasi reksadana di atas dapat anda jadikan bahan pertimbangan. Salam sukses.
Advertisement
.
Previous
Next Post »

Sebelum Anda memberikan komentar dan tanggapan atas artikel di atas, baca dan pahami aturan tanggapan kami pada laman TOS. Setiap komentar yang tidak sesuai dengan aturan tanggapan tidak akan di publikasikan.
EmoticonEmoticon