Mengatur Keuangan Bagi Pekerja Muda! Ini Yang Perlu Diperhatikan

Advertisement
Mengatur Keuangan Bagi Pekerja Muda! Ini Yang Perlu Diperhatikan – Selamat bagi yang baru saja mendapatkan pekerjaan. Pasti udah siap-siap membelanjakan gaji pertamanya nih, hehe. Mendapatkan pekerjaan pasti sangat menyenangkan, dan mungkin akan menjadi batu loncatan untuk mendekatkan kamu pada ambisi-ambisi yang lebih besar lagi.

Jujur saja, ketika mendapatkan gaji pertama, apa yang kamu pikirkan? Balas dendam, iya’kan? Balas dendam untuk membelanjakan gaji pertama untuk kebutuhan yang sudah diangan-angan ketika masih kuliah. Kamu mungkin akan melakukan balas dendam ini pada tahun pertama bekerja, ganti smartphone, ganti laptop, ganti motor, dan lain sebagainya. Asik memang, tapi perlu diingat, boleh saja balas dendam namun jangan lupakan hal-hal yang lebih penting ketimbang sekedar balas dendam.

Sangat riskan sekali jika kamu menghamburkan uang untuk memenuhi hasrat padahal keuangan kamu belum teruji kestabilannya, perlu mengingat bahwa kamu itu masih pekerja muda dimana keuangan belum matang. Jangan sampe di awal bulan senyam senyum, di akhir bulan gigit-gigit jari, yang paling penting itu setiap waktu kamu memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan.

Nah, wahai para pekerja muda, di sini lah pentingnya kamu belajar mengatur keuangan, jadi gak perlu kamu nunggu hingga menjelang pensiun.

Lalu, apa sajakah yang perlu diperhatikan untuk mengatur keuangan bagi para pekerja muda? Oke, silahkan simak ulasannya di bawah ini:

Sebelumnya, baca juga: 4 tanda keuangan yang tidak sehat.

Cara Mengatur Keuangan Bagi Pekerja Muda

Disiplin dan Kontrol Dirimu
Seperti yang sudah saya singgung di atas, jangan sembarangan menghamburkan gajimu di awal bulan, karena ini akan menyulitkanmu di akhir bulan. Seseorang yang sudah bekerja seharusnya sudah mandiri pula, jangan sampai minta orang tua lagi, apalagi sampe ngutang, ini bisa menyebabkan kondisi keuanganmu tidak sehat lho.

Gaji yang baru saja diterima memang terlihat menyenangkan, dan sepertinya “tidak apa-apa buat main-main”, tapi cobalah untuk memikirkan hal yang lebih pokok lagi, dahulukan kebutuhan pokok, rem main-main gak jelas, dan kurangi nafsu buat belanja, focus saja untuk bekerja dan memikirkan masa depan.

Ada baiknya mulai sekarang kamu mulai belajar membuat perencanaan keuangan yang lebih baik, kalkulasikan kebutuhan pokok dan anggaran dengan tepat, singkirkan terlebih dahulu kebutuhan yang masih bisa ditunda, dan jangan lupa sisihkan untuk menabung. Setelah kalkulasi selesai dibuat, baru deh kamu mempertimbangkan untuk menggunakan sisa gaji untuk senang-senang, tentu dengan kadar yang wajar.

Ingat Kembali Fungsi Menabung
Saya paham, kamu menabung untuk tujuan tertentu, biaya pendidikan, beli rumah, mobil, motor, smartphone, dan sebagainya. Tapi apakah tujuan seperti itu benar-benar bisa disebut menabung? Yap, tujuan semacam itu saya kira bisa disebut menabung, selama ada titik amannya.
Advertisement


Apa itu titik aman? Titik aman merupakan titik dimana kamu menyisihkan uang hanya untuk kebutuhan yang sangat mendesak saja, hal semacam ini sering disebut dengan istilah dana darurat. Jadi, selama tabungan ada titik amannya, kamu bisa menggunakan tabungan untuk memenuhi keinginan, tentu dengan kadar sewajarnya pula. Dan akan sangat bagus jika kamu memanfaatkan tabungan untuk hal-hal yang dapat menunjang kinerja, atau dapat menambah penghasilan seperti berinvestasi, bisnis, dan semacamnya.

Baca juga: Alasan harus punya dana darurat.

Well, berapa banyak titik aman (dana darurat) yang diperlukan? Titik aman bisa kamu bentuk setidaknya harus 3 kali dari jumlah total gaji perbulan kamu. Kondisi mendesak apa saja yang tepat menggunakan dana darurat? Kamu bisa menggunakan dana darurat ketika mengalami kondisi tak terduga atau kondisi di mana jika tidak diatasi bisa menyebabkan ketidakproduktifan, seperti terjadi bencana alam, biaya rumah sakit, terkena PHK, dan lain-lain.

Jika Menggunakan Kartu Kredit, Bijaklah!
Tidak lepas kemungkinan bagi pekerja muda untuk memiliki kartu kredit. Tapi ingat satu hal, kartu kredit itu hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang bisa mengelolanya dengan baik. Sekarang tanyakan kepada diri kamu dengan sejujurnya, bisakah kamu mengontrol kartu kredit dimana kemungkinan untuk boros sangat besar? Jika bisa beruntunglah kamu karena kartu kredit memiliki manfaat yang cukup besar, jika tidak maka pikirkan lagi jika ingin memiliki kartu kredit.

Jika saat ini terlanjur memilikinya, maka kembali pada point pertama di atas, disiplin dan control dirimu. Perlu dipahami ya, dibalik manfaat credit card yang beitu besar, tersimpan risiko yang amat besar pula lho, gimana kalo kamu gak bisa bayar tagihannya? Mau ngutang untuk melunasi utang? Lucu’kan, nanti kamu bisa terjebak pada kondisi gali lubang tutup lubang, dijamin deh kondisi keuangan kamu menjadi sulit untuk stabil.

Jangan Lagi Bergantung Pada Orang Tua
Nah ini yang sedikit menggelikan, merasa bekerja belum lama sehingga merasa wajar jika kesulitan keuangan kemudian meminta bantuan dana kepada orang tua. Jika kamu sadar dan merasa bekerja belum lama, bukankah seharusnya berusaha mengontrol keuangan dengan lebih baik? Bukannya malah memanfaatkan bantuan orang tua, kasihan lah orang tua, iya’kan? Padahal mereka itu akan bangga lho jika kamu itu mampu mandiri.

Jadi mulai sekarang, buang pikiran untuk menggantungkan bantuan pada orang tua, tapi lekaslah membuat perencanaan keuangan yang lebih matang. Kalo bisa sisihkan uang kamu untuk diberikan kepada bapak ibu kamu, nah kalau ini mantab, gak minta bantuan tapi malah membantu, hebat.

Ingat Kamu Juga Akan Pensiun!
Woi woi woi para pekerja muda, ingatlah bahwa kamu nanti juga akan pensiun, jadi jangan lupakan untuk memikirkan dana pensiun sejak usia muda. Siapa bilang menyiapkan dana pensiun  tepat dilakukan ketika menjelang pensiun? Pada kenyataannya, lebih tepat lagi jika kamu menyiapkannya ketika masih muda begini, kalau perlu sejak pertama kamu bekerja.

Terkait: Cara bijak mempersiapkan dana pensiun sejak usia muda.

Dengan memulai lebih awal kamu akan merasa santai, bisa memilah solusi-solusi terbaik untuk dilakukan, jangan sampai kamu tergesa-gesa mempersiapkan dana pensiun dikala menjelang pensiun, dibayangkan saja sudah terasa tidak nyaman, hehe.
----
Oke ya, itulah ulasan tentang cara mengatur keuangan bagi pekerja muda. Saya harap ulasan di atas bermanfaat dan membantu kamu mengatur keuangan dengan lebih bijak. Salam sukses dan terimakasih.
Advertisement
Previous
Next Post »

Sebelum Anda memberikan komentar dan tanggapan atas artikel di atas, baca dan pahami aturan tanggapan kami pada laman TOS. Setiap komentar yang tidak sesuai dengan aturan tanggapan tidak akan di publikasikan.
EmoticonEmoticon