Tips Meningkatkan Kenyamanan Pelanggan Untuk Bisnis Kuliner

Advertisement
Tips Meningkatkan Kenyamanan Pelanggan Untuk Bisnis Kuliner – Sampai artikel ini diterbitkan, saya masih bekerja di perusahaan rumah makan yang telah memiliki cabang lebih dari 75 di seluruh Indonesia. Saya banyak belajar tentang manajemen rumah makan di sini, salah satunya adalah bagaimana menciptakan rasa nyaman untuk pelanggan. Nah, kali ini saya akan sedikit share apa yang saya ketahui kepada kalian semuanya.

Di bisnis kuliner, terkhusus rumah makan, rasa sajian yang enak itu bukan satu-satunya hal yang menentukan, harga murah pun tidak menjamin melariskan. Begitu juga dengan kenyamanan yang bukan juga satu-satunya penentu. Lalu apa yang terpenting? Well, saya katakan semua hal di atas adalah yang terpenting, jadi kesemuanya perlu kamu miliki.

Pada kesempatan kali ini, sesuai judulnya saya hanya akan membahas tentang bagaimana meningkatkan kenyamanan pelanggan. Saya anggap cita rasa dan harga dari sajian kalian sudah baik, jadi mungkin ulasan cara meningkatkan kenyamanan di bawah ini bisa kalian coba, jika kalian masih kesulitan dalam penerapan kenyamanan. Nah, berikut ulasan yang bisa saya share:

Sebelumnya, baca juga: Cara memahami tingkat kepuasan konsumen.

Tips Meningkatkan Kenyamanan Pelanggan Untuk Bisnis Kuliner
Suasana Tempat Makan
Pertama yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan adalah dengan memastikan bahwa beberapa hal di bawah ini telah kamu lakukan:

- Tempat bersih, rapi, tidak bau
Siapapun pasti menginginkan untuk menikmati sajian di tempat yang bersih, rapi tidak awut-awutan, serta tidak ada bau yang tidak sedap. Menurut saya, hal ini mutlak dilakukan oleh semua rumah makan. Untuk kebersihan ini tidak hanya lantai saja, bisa dari meja (pastikan meja tidak lengket), alat makan, serta pastikan tersedia tisu untuk kebutuhan konsumen.

Rapi itu ya enak di pandang tempatnya, konsumen tinggal duduk menikmati sajian tanpa harus membersihkan atau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di area konsumen. Dan pastikan pula, tidak ada aroma yang tidak sedap di area konsumen, bau bangkau, limbah dan sejenisnya itu cukup menjijikan, seenak apapun sajian yang disajikan tidak akan terasa nikmat jika ada bau yang tidak sedap. Jadi pastikan, masalah kebersihan, kerapian, dan aroma ini kamu bereskan!

- Sejuk dan tidak gersang
Untuk menciptakan suasana ini mungkin butuh dedikasi yang lebih, pasalnya cukup sulit dilakukan dan tergantung kepekaan kalian. Tapi ada beberapa tips yang bisa kalian coba, pertama hindari pencahayaan yang terlalu terang, ini karena akan menciptakan suasana yang terasa panas. Lebih baik menggunakan pencahayaan yang remang dengan lampu yang cahayanya kekuningan (tidak putih).

Kedua, usahakan ciptakan dekorasi yang minimalis atau clasik. Contohnya, daripada tembok hanya tembok biasa dengan cat polos, lebih baik kamu padukan dengan kayu (setengah tembok bata setengah kayu). Contoh lain, saya lebih nyaman dengan meja dan kursi kayu daripada yang terbuat dari besi atau malah dari semen, menurut saya ini akan menciptakan suasana yang sejuk dan tidak gersang.

Ketiga, pastikan bahwa sirkulasi udara berjalan normal dan tidak berlebihan. Maksudnya, harus ada angin yang berhembus namun jangan sampai angin tersebut bertiup terlalu kencang. Jika tempat makan dekat dengat alam di mana angin tercipta alami, bangunlah sekat atau semacam pemecah angin di sekitar tempat makan tersebut.

- Pisahkan area smoking dan no smoking
Siapa yang merokok dan siapa yang tidak merokok itu sama-sama memiliki hak dan tempatnya sendiri. Saya tidak mengatakan merokok itu baik, tapi memang kita perlu menghormati teman-teman kita yang merokok, begitu pula dengan teman kita yang tidak merokok. Untuk kenyamanan masing-masing pihak, menurut saya kamu perlu memisahkan rumah makan kamu menjadi 2 area, yaitu smoking area dan no smoking area.

Dengan adanya dua area yang berbeda tersebut, semuanya akan merasa nyaman. Yang merokok tidak terlalu merasa risih karena memang sudah ditempat yang tepat. Yang tidak merokok juga tidak terlalu terganggu karena jauh dari asap rokok. Ini merupakan win-win solution yang bisa kamu lakukan, daripada kamu tebang pilih yang menurut saya sangat ekstrem untuk dilakukan.
Advertisement


Pelayanan Yang Optimal
Selanjutnya, untuk meningkatkan kenyamanan konsumen adalah terkait dengan pelayanan yang kamu berikan. Dalam hal ini ada beberapa yang perlu kamu perhatikan, salah satuny adalah:

- Greeting itu sangat penting
Yang dimaksud dengan greeting adalah penyambutan konsumen yang baru saja datang. Ini mulai dari memberikan salam, senyum, sapa hingga menerima orderan dari konsumen. Pertama, ketika ada konsumen yang baru saja tiba, pasti mereka membutuhkan “pemandu” untuk mengarahkan mereka untuk duduk dimana, bagaimana ordernya, repeat order, dan lain-lain. Jangan biarkan konsumen bingung, bahkan konsumen yang sudah sering datang pun pasti akan merasa lebih nyaman jika ada greeting.

Kedua, adanya greeting akan meminimalisirkan kesalahpahaman. Hal ini sering terjadi di industri rumah makan dimana pelanggan asal memilih tempat duduk padahal tempat duduk tersebut sudah dipesan, atau ada hal lain di mana meja tersebut tidak boleh digunakan. Contoh lain adalah kesalahan order, kadang konsumen tidak sadar kalau mereka pesan es padahal maunya panas, pesan bakaran padahal maun goreng.

Oleh karena itu, adanya greeting akan benar-benar memandu pelanggan dalam menikmati sajian lezat kalian. Jangan sampai kalian meminta konsumen pindah meja, atau memaksa konsumen mengkonsumsi menu yang salah diorder.

- Pramusaji harus tampil rapi, wangi, profesional, dan ramah
Ini berkaitan dengan beberapa poin yang sudah saya jelaskan di atas, hal yang tidak boleh kalian lupakan adalah berkaitan dengan pramusaji yang kamu pekerjakan. Ya benar, akan percuma kalau kamu sudah menerapkan poin-poin di atas tapi tidak memaksimalkan poin ini. Akan percuma kamu menghilangkan aroma tak sedang di lingkungan sekitar kalau ternyata pramusajinya bau badan. Percuma juga kamu memberikan greeting kalau ternyata pramusaji tidak ramah dan tidak profesional.

Beberapa kali di perusahaan saya menerima komplain terkait permasalahan ini, mulai dari aroma tak sedap dari si pramusaji, tidak ramah, nada bicara yang ngawur, dan sebagainya. Adanya komplain tersebut adalah sebuah bukti ketidaknyamanan yang disebabkan oleh permasalahan ini yang memang perlu kamu perhatikan baik-baik.

- Rapikan antrian
Perlu kita akui, negara di mana kita hidup saat ini masih ada banyak yang kurang bisa menghargai antrian. Oleh karena itu, kita lah yang perlu mengatur dan merapikan antrian guna meminimalisirkan ketidaknyamanan. Antrian apa saja yang perlu diataur, pertama adalah antrian penyajian (siapa yang pesan dulu, dia lah yang harus pertama menikmati sajian – jika berombongan, setidaknya harus ada yang pesan dulu di rombongan tersebut), jangan biarkan orang yang pesan belakangan tapi makannya duluan.

Kedua, antrian duduk. Kadang kala slot meja kalian akan penuh di waktu-waktu yang sibuk, sehingga konsumen harus antri untuk mendapatkan meja. Tugas kalian di sini adalah mencatat siapa-siapa saja yang antri duluan, jangan sampai kamu salah memandu antrian belakangan untuk duduk duluan, ini akan menyebabkan “pertempuran” terjadi. Ketiga adalah antrian kasir, sama pada dua antrian sebelumnya, atur antrian ini agar tidak menyebabkan keributan yang membuat tidak nyaman konsumen.

Garansi Kekecewaan Yang Harus Ada
Ini adalah cara terakhir untuk mengobati ketidaknyamanan konsumen yang terlanjur mereka alami. Saya sendiri yakin, sebaik apapun usaha yang kita lakukan untuk melayani konsumen tidak akan 100% dapat memuaskan semua konsumen yang datang. Oleh karena itu, sebuah garansi kekecewaan wajib ada di rumah makan.

Ada banyak garansi yang bisa kamu berikan kepada konsumen, mulai dari sajian yang kurang nikmat, pramusaji yang melakukan kesalahan, dan sebagainya. Bentu garansi itu sendiri bisa beda-beda, mulai dari 100% gratis, potongan harga dan sebagainya.

Di perusahaan saya sendiri, garansi 100% gratis diberikan untuk sajian yang tidak enak, salah order, dan terjadi sesuatu di sajian (ada lalat misalnya). Apakah cara tersebut tidak membuat rugi? Tentu saja rugi jika kita hitung per satuannya, tapi pada kenyataannya kalau kita hitung secara keseluruhan perusahaan malah untung banyak.

Kok bisa? Pertama, budaya malu orang indonesia itu sangat tinggi, mereka tidak akan pura-pura tidak puas dengan sajian hanya untuk mendapatkan garansi. Kedua, hal tersebut akan membuat puas konsumen yang semula tidak puas, jadi mereka tidak kapok.

Selanjutnya: Pentingnya karyawan wanita di perusahaan kalian.
----
Oke ya, itulah beberapa cara meningkatkan kenyamanan pelanggan/konsumen untuk bisnis kuliner. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu memperbanyak pundi-pundi rezeki kalian semuanya. Jangan lupa untuk share artikel ini juga ya, thanks dan salam sukses.
Advertisement
.
Previous
Next Post »

Sebelum Anda memberikan komentar dan tanggapan atas artikel di atas, baca dan pahami aturan tanggapan kami pada laman TOS. Setiap komentar yang tidak sesuai dengan aturan tanggapan tidak akan di publikasikan.
EmoticonEmoticon