Thursday, 7 September 2017

Darimana Bank Mendapat Keuntungan? Inilah Sumber Pendapatannya

Advertisement
Darimana Bank Mendapat Keuntungan? Inilah Sumber Pendapatannya – Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengatasi permasalahan keuangan, baik menabung, kredit, investasi atau kegiatan keuangan lainnya. Bank sangat terlihat membantu, kegiatannya hanya terlihat menyimpan uang masyarakat, menyalurkan uang tersebut, dan bahkan menyediakan ribuan ATM yang memudahkan nasabah.

Sekilas memang bank terlihat seperti lembaga sosial yang tidak mengutamakan keuntungan. Well, jangan salah, justru bank merupakan lembaga keuangan yang meraup keuntungan sangat besar, bahkan keuntungan-lah yang diutamakan. Nah, pertanyaannya tahukah kalian darimana bank mendapatkan keuntungannya?

Ada sangat banyak sumber-sumber yang menjadi ladang emas bagi perbankan, baik itu bank konvensional maupun bank syariah, sama-sama memiliki banyak ladang, hanya saja konvensional dan syariah memiliki cara yang berbeda. Tapi di sini saya tidak akan banyak membahas perbedaan konvensional dan syariah ya, sesuai judulnya yang akan saya bahas di sini adalah terkait sumber darimana bank memperoleh keuntungan secara garis besarnya saja.

Oke, berikut adalah beberapa sumber pendapatan bank yang paling banyak menghasilkan keuntungan dari aktivitas operasi perbankan:

Sebelumnya, baca juga: Darimana Google, Facebook, Instagram, dan Twitter mendapat keuntungan.

Darimana Bank Mendapat Keuntungan? Inilah Sumber Pendapatannya

Keuntungan Dari Bunga Atau Bagi Hasil
Yang paling identik dengan bank adalah bunga (bank konvensional) dan bagi hasil (bank syariah). Ini adalah sumber pendapatan utama dari setiap bank. Bunga dan bagi hasil adalah pendapatan yang diterima bank dari pihak yang meminjam uang kepada bank tersebut. Bank sendiri, memberikan pinjaman uang tersebut menggunakan uang yang telah dihimpun dari para nasabahnya.

Jadi di sini bank tidak menggunakan uangnya, melainkan menggunakan uang nasabah untuk memberikan pinjaman kepada peminjam. Dan dari situlah bank mendapatkan keuntungan berupa bunga atau bagi hasil.

Ilustrasi sederhananya begini, kamu nabung di bank sebesar 10 juta, uang 10 juta kamu tersebut akan digunakan bank untuk meminjamkan uang kepada orang lain. Nah, orang yang meminjam uang di bank tersebut wajib mengembalikan uang 10 juta plus bunganya atau bagi hasil bank, katakanlah 12 juta sudah termasuk bunga/bagi hasil. Secara otomatis bank akan memperoleh keuntungan sebesar 2 juta.

Pertanyaannya, bagaimana jika kamu ingin mengambil uang 10 juta tersebut padahal uang sudah digunakan bank untuk menyalurkan kredit, dan si peminjam belum tuntas dalam mengembalikan 10 juta itu tadi? Jawabannya tidak masalah karena bank masih memiliki tabungan dari nasabah lainnya yang bisa digunakan untuk menalangi jika kamu ingin mengambil uang. Dan jika tabungan dari nasabah lain masih kurang karena banyak juga yang ingin mengambil dananya, setahu saya bank bisa mencari talangan dari Bank Indonesia yang tidak mungkin kehabisan uang karena memiliki frekuensi dan kontrol atas uang beredar di indonesia.

Keuntungan Dari Aset Sitaan
Ketika kamu berusaha meminjam uang di bank, mungkin kamu tidak asing lagi dengan istilah agunan. Ya, itu adalah jaminan untuk bank agar tidak rugi ketika terjadi kredit macet. Walaupun saya kira bank tidak akan pernah mengharapkan terjadi kredit macet, namun memanfaatkan jaminan yang diberikan oleh peminjam dapat memberikan keuntungan bagi bank. Ya, bank bisa menjual atau menyewakan aset pinjaman dari kredit macet tersebut.
Advertisement


Tetapi kenapa bank tidak mengharapkan terjadi kredit macet? Jawabannya karena pengambilalihan aset jaminan tidak semudah membalikkan telapak tangan, tentu dibutuhkan banyak uang, waktu dan tenaga untuk melakukannya. Ditambah, walau nilai jaminan tidak akan lebih kecil dari uang yang di pinjamkan, namun selisih antara jumlah pinjaman yang diberikan bank dengan nilai jaminan tersebut belum tentu signifikan.

Dalam posisi tersebut, saya kira bank akan lebih memilih terjadi kredit yang lancar, sehingga uang pinjaman dapat kembali plus bunga atau bagi hasil. Dari segi arus kas, tentu perputaran uang yang cepat juga akan meningkatkan daya melaba perbankan yang notabene butuh dana sebanyak-banyaknya untuk lebih banyak menyalurkan kredit.

Pendapatan Per Jasa (Fee Based Income)
Fee based income adalah pendapatan yang diperoleh bank dari setiap jasa yang diberikan kepada nasabah. Ini bentuknya ada banyak, contoh yang paling mudah adalah biaya administrasi bulanan, biaya transfer ke rekening lain.

Kalau kamu cermat, coba deh kamu amati berapa biaya yang masuk ke bank ketika kamu menggunakan ATM dengan beberapa fitur, misal mobile banking, internet banking, kesemuanya pasti dikenai biaya administrasi yang bermacam-macam. Pokoknya, hampir semua fitur kemudahan dalam bertransaksi itu ada biaya administrasinya.

Besarnya biaya administrasi ini berbeda-beda ya, ada yang hanya 2.000, 6.500, 12.000 tergantung jenis jasa. Nah, bagi yang memanfaatkan bank hanya untuk kemudahan transaksi saja, yang terlihat tidak menguntungkan pihak bank, itu sebenarnya sudah memberikan keuntungan bank dari fee based income tersebut. Jadi jangan heran kalau bank berlomba-lomba memperbanyak nasabah.

Keuntungan Dari Investasi
Bank memang identik dengan sumber pendapatan dari bunga dan bagi hasil, tapi pada kenyataannya tak jarang bank berinovasi untuk mencari sumber pendapatan lainnya, salah satunya adalah dengan investasi. Sama seperti konsep pinjaman, bank dalam melakukan investasi juga menggunakan dana nasabahnya, bukan dana milik bank. Hanya saja, bank tidak bisa menggunakan begitu saja dana milik nasabah, tetapi nasabahnya itu sendiri yang harus suka rela ikut berinvestasi.

Sebagai imbal baliknya, nasabah juga akan mendapatkan bagian dari hasil investasi tersebut. Bentuk investasi yang sering  dilakukan oleh bank adalah dalam bentuk reksadana. Nah, reksadana inilah yang bisa di beli oleh nasabah, tanpa membelinya nasabah tidak akan ikut dalam investasi bank.

Tapi yang perlu kalian pahami, namanya saja investasi maka ada risiko gagal sekecil apapun, jadi ketika kamu membeli reksadana maka tidak ada jaminan uang akan kembali. Oleh karena alasan ini juga pihak bank tidak bisa menggunakan dana nasabah tanpa nasabah yang suka rela, tidak seperti pinjaman yang pasti dana akan kembali.

Keuntungan Dari Layanan Safe Deposit Box (SDB)
Salah satu produk jasa dari perbankan yang tidak kalah laris dari produk lainnya adalah Safe Deposit Box, atau sering disingkat SDB. Ini adalah layanan penyimpanan barang yang sangat aman, layaknya kalian menyimpan uang di bank, menyimpan barang di bank juga sama amannya. Untuk menggunakan jasa bank yang satu ini, nasabah akan dikenai sejumlah biaya.

Layanan dari bank ini cukup laris di pasaran, khususnya untuk perusahaan dalam menyimpan surat-surat berharga, atau masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang tinggi dalam menyimpan harta dan barang-barang penting lainnya.

Selanjutnya: Cara mengurus kartu ATM yang tertelan (nyangkut di mesin ATM)
-----
Oke ya, itulah beberapa sumber keuntungan bank. Tentu masih ada lagi sumber-sumber lainnya, di atas adalah sumber utama yang menurut saya paling besar dalam menyumbang pendapatan di industri perbankan. Semoga artikel di atas bermanfaat, jangan lupa untuk share artikel ini juga ya. Thanks dan salam sukses.
Advertisement
.

No comments:

Post a Comment

Sebelum Anda memberikan komentar dan tanggapan atas artikel di atas, baca dan pahami aturan tanggapan kami pada laman TOS. Setiap komentar yang tidak sesuai dengan aturan tanggapan tidak akan di publikasikan.